Entah harus mulai darimana,,,agak bingung juga dengan perasaan & pikiran Saya. Huffttt,,,perpindahan mendekati rumah seperti permintaan suami telah terrealisasi per 01 Januari 2013. Yah memang belum terlalu dekat sih, tapi setidaknya ada kemungkinan berpindah ke yang lebih dekat dalam waktu 1 tahun ke depan. Sempat frustasi karena bukan itu yang Saya inginkan, tapi mungkin itu yang terbaik yang diberikan Allah SWT kepada Saya. Alhamdulillah perlahan Saya mulai mengikhlaskan semua & menikmati karena memang rekan kerja lumayan seru. Saya berada di lantai dua, 1 ruangan dengan para lalaki yang rata-rata masih bujangan,,,pun mereka terbilang masih muda, cukup jauh dibawah Saya usianya tapi ga jauh-jauh banget sih,,,hehehe,,,
Waktu demi waktu berlalu, hari demi hari berganti, tibalah masa 1 tahun yang dinanti dengan keluarnya SK penempatan di kantor yang paling dekat dengan rumah per tanggal 01 Januari 2014. Namun entah kenapa ko rasanya hampa yah,,,tawa canda yang biasa terjadi di tempat sebelumnya terasa hambar di tempat baru ini. Ahhh,,,mungkin karena memang Saya & mereka belum terbiasa,,,satu sama lain kita masih merasa seperti orang lain,,,orang baru yang tak mengenal pribadi masing-masing. Atasan pun sangat-sangat kaku menghadapi bawahan-bawahannya (red-itu yang saya rasakan, entah yang lain). Mungkin saya saja sebenarnya yang ga bisa diem, tukang ribut, tukang bikin onar, suka bercanda. Bukan kenapa-kenapa sih, karena menurut saya bekerja itu harus dinikmati, seperti saat kita menggigit coklat ataupun memakan ice cream,,,nikmati dengan mendalam, karena dari situ akan muncul rasa bahagia mungkin karena hormon endorfin mulai aktif saat kita menikmati sesuatu. Nah begitupun dengan pekerjaan kita seharusnya, menikmati pekerjaan pun akan memunculkan hormon endorfin, sehingga rasa stress tak menghinggapi kehidupan pekerjaan kita. Itu idealnya,,,tapi bagaimana jika orang di sekitar anda atau bahkan atasan anda tidak menyukainya? akan beda lagi ceritanya. Itulah yang terjadi pada Saya, bahkan pekerjaan Saya sebagai supporting setiap proses bisnis yang ada pun tetap dianggap 'tidak penting' dan mungkin Sayapun dicap 'you r nothing'. Kalau boleh nyanyi pasti judul lagunya 'sakitnya tuh disini' (tuh kan nyanyi lagi-nyanyi lagi). Tapi itulah realita, ketika tidak terjadi apapun & semua lancar-lancar saja seolah tidak ada yang merasa bahwa Saya & rekan saya sebagai support system yang menjaga availability local network berada dibalik itu semua. Yah namanya juga pemain belakang yang ga pernah nampil, padahal sangat 'penting' untuk sebuah kelancaran proses bisnis, rasanya seperti orang yang 'dicampakkan' (red : mulai lebay deh). Lagi-lagi dalam hati meringis & bernyanyi 'sakitnya tuh disini (red: sambil nunjuk perut) di dalam hatiku'. Ya sudahlah, saya mulai bisa menerima keyataan ini walau pahit & pedih kurasa (red: halllaaahhh,,,).
Ya saya memang sudah menerimanya, tapi ya karena penilaian secara kasat mata hingga penilaian diatas kertas ternyata tidak sesuai dugaan harap maklum yah kalau saya bekerja sesuai nilai (red: tuh kan malah demotivasi). Inilah yang saya sebut 'bekerja setengah hati'. Kadang saya merasa ingin bekerja memberikan yang terbaik untuk perusahaan, tapi sisi lain hati saya berontak 'ngapain kamu kerja keras wong hasilnya gitu-gitu aja'. DILEMMA, yah begitulah pikiran & hati Saya saat ini. Mungkin sebenarnya hal ini seperti akumulasi dari kekecewaan beberapa tahun belakangan pun di tempat yang lama.
Sampai pada satu kesempatan datanglah S** (red : baca saja pengawas/konsultan proses bisnis) ke kantor Saya. Tanpa pikir panjang sayapun menitipkan CV saya ke salah satu atasan yang mengenal salah satu anggota S** tersebut. Dari situ muncul cerita baru yang bahkan Saya tak pernah menceritakannya bahkan secuil kepada atasan tersebut. Namun dengan persepsi & asumsi, dengan lantang dia menyampaikan perasaan Saya seolah-olah dia mengetahui & pernah mendengar cerita curhat dari Saya. BOOM, dan muncul kembali isu bahwa saya akan dipindahkan ke bidang lain karena Saya tidak nyaman di tempat lama. Seandainya benar pun, seharusnya dia tidak punya privilege untuk membahas Saya berkenaan dengan persepsi dia di rapat para atasan hanya berdasar lamaran saya, meskipun memang dia adalag seorang atasan. Huuffttt,,,perasaan Saya makin berkecamuk saja & malah semakin tidak nyaman berada di area ini. GOD please show me d way,,,rasanya malah jadi pengen resign,,,arrggghhh bekerjaku akan makin 'setengah hati' nih,,,aku ga pengen begini, ini bukan aku,,,
Akhirnya mungkin aku harus pasrah kembali, menunggu kepastian SK baru ataupun menanti panggilan dari S**. Dengan sepenuh hati aku memohon padamu Yaa Rabb yang Maha Bijaksana, berikan aku tempat yang baru & kelapangan hati. Insya Allah
Sebuah Penantian
Kamis, 04 Desember 2014
Kamis, 23 Februari 2012
Cerita galauku karena driver aneh...
Ya Allah, lindungilah aku & keluarga kecil & besarku...aamiin YRA
Namanya apa yah, firasat atau pertanda mungkin tepatnya. Sudah 2 hari ini aku pakai driver baru. Setelah melalui interview u/ masalah latar belakang & salary akhirnya Kami coba memutuskan yg terakhir ini masuk dalam masalah salary, meskipun menurut si papi orgnya introvert. Awalnya sih aku ko seperti merasa takut sama org yg seperti ini yah, tapi kata si papi apa salahnya dicoba. Maklumlah, aku lagi hamil jd ko parnonya ga ketulungan. Coz menurutku org introvert itu biasanya tiba2 btindak ekstrim krn tdk bisa menyampaikan apa yg dipikirkannya secara langsung *efek kebanyakan nonton berita kriminal*.
Kemarin, Rabu 22 Feb 2011 adalah hari pertama dia (sebut saja namanya Yayat - panggilannya) mulai bekerja mengantarkan Saya ke kantor setelah dropping si papi di shuttle terminal kompleks Kami dulu. Kemarin saya merasa ini orang ko bawa mobil klo dr berhenti ke jalan lamaaaaaaa banget, mpe diklaksonin orang. Firasat saya mengatakan nih orang sepertinya ga meyakinkan kalo pernah jadi supir sebelumnya yah. Tapi ko pas di jalanan kota di tangerang yang banyak rusaknya dia maen terabas aja, padahal aku kan lagi hamil. Aku cuma bisa berdoa Ya Rabb lindungi aku & babies ku, karena aku merasa takut tdk didampingi suamiku n nih orang suka sekali menyebut "cak cek cak cek" tanda keluhan. Lah dia kan supir, itu profesinya yah harus dia tahu donk konsekuensi berkendara di sekitar jabotabek spt apa. Saat pulang kerja berbeda lagi, dia malah mulai ngebut bahkan di jalan non tol, lagi-lagi aku berdoa Ya Rabb lindungi aku dan babies ku.
Sampai di rumah sempat aku sampaikan ke si papi klo aku ga yakin di sebenernya pernah nyupir, tapi si papi memberikan pandangan lain menilik SIM yg dia miliki dibuat tahun 2000an brapa yah (agak lupa), artinya sudah berjalan beberapa tahun. Akupun tersadar ohhh iyayahhh...dan papi menyarankan aku untuk mencoba lagi dalam masa percobaan dia selama 1 bulan pertama. Okelah, aku coba.
Hari ini pagi pergi dropping papi dulu ke karawaci kemudian mengantar saya ke kantor saya di kalideres. Ya Allah, terjadi lagi dia main terabas jalanan rusak & dumelan cak cek nya serta klakson yang ga ada abisnya. Ketika pulang sore pun dia melakukan hal yg sama tidak berpikir kenyamanan & keamanan untuk saya sebagai ibu hamil. Arghhhhh....Saya sangat mersa tidak aman & nyaman jika begini. Kemudian sampai di rumah setelah merapikan mobil sedikit dia mengetuk pintu sekali & langsung nyelonong masuk ke rumah padahal saya mau keluar, LANCANG sekali dia. Di rumah kan tidak ada siapa2 kecuali saya sendir, alangkah kaget & takutnya saya. Tiba-tiba dia minta uang makan 10 ribu untuk makan. Lahhhh saya bingung, kan ini masih masa percobaan sesuai kesepakatan dia hanya mendapat basic salary dulu. DAMNED!!!!Kedmudian setelah saya sampaikan dia lalu keluar sambil berkata "oooohhh". Ya Rabb, lindungi kami sekeluarga aamiin...
Kemudian saya coba hubungi si papi, ternyata hp si papi ketinggalan. WHATA!!! Saya sangat khawatir & ingin segera menceritakan hal ini ke papi, tapi apaaaaaa....papi belum juga pulang & tak bisa dihubungi. Ya Rabb lindungi papi, aamiin...
Namanya apa yah, firasat atau pertanda mungkin tepatnya. Sudah 2 hari ini aku pakai driver baru. Setelah melalui interview u/ masalah latar belakang & salary akhirnya Kami coba memutuskan yg terakhir ini masuk dalam masalah salary, meskipun menurut si papi orgnya introvert. Awalnya sih aku ko seperti merasa takut sama org yg seperti ini yah, tapi kata si papi apa salahnya dicoba. Maklumlah, aku lagi hamil jd ko parnonya ga ketulungan. Coz menurutku org introvert itu biasanya tiba2 btindak ekstrim krn tdk bisa menyampaikan apa yg dipikirkannya secara langsung *efek kebanyakan nonton berita kriminal*.
Kemarin, Rabu 22 Feb 2011 adalah hari pertama dia (sebut saja namanya Yayat - panggilannya) mulai bekerja mengantarkan Saya ke kantor setelah dropping si papi di shuttle terminal kompleks Kami dulu. Kemarin saya merasa ini orang ko bawa mobil klo dr berhenti ke jalan lamaaaaaaa banget, mpe diklaksonin orang. Firasat saya mengatakan nih orang sepertinya ga meyakinkan kalo pernah jadi supir sebelumnya yah. Tapi ko pas di jalanan kota di tangerang yang banyak rusaknya dia maen terabas aja, padahal aku kan lagi hamil. Aku cuma bisa berdoa Ya Rabb lindungi aku & babies ku, karena aku merasa takut tdk didampingi suamiku n nih orang suka sekali menyebut "cak cek cak cek" tanda keluhan. Lah dia kan supir, itu profesinya yah harus dia tahu donk konsekuensi berkendara di sekitar jabotabek spt apa. Saat pulang kerja berbeda lagi, dia malah mulai ngebut bahkan di jalan non tol, lagi-lagi aku berdoa Ya Rabb lindungi aku dan babies ku.
Sampai di rumah sempat aku sampaikan ke si papi klo aku ga yakin di sebenernya pernah nyupir, tapi si papi memberikan pandangan lain menilik SIM yg dia miliki dibuat tahun 2000an brapa yah (agak lupa), artinya sudah berjalan beberapa tahun. Akupun tersadar ohhh iyayahhh...dan papi menyarankan aku untuk mencoba lagi dalam masa percobaan dia selama 1 bulan pertama. Okelah, aku coba.
Hari ini pagi pergi dropping papi dulu ke karawaci kemudian mengantar saya ke kantor saya di kalideres. Ya Allah, terjadi lagi dia main terabas jalanan rusak & dumelan cak cek nya serta klakson yang ga ada abisnya. Ketika pulang sore pun dia melakukan hal yg sama tidak berpikir kenyamanan & keamanan untuk saya sebagai ibu hamil. Arghhhhh....Saya sangat mersa tidak aman & nyaman jika begini. Kemudian sampai di rumah setelah merapikan mobil sedikit dia mengetuk pintu sekali & langsung nyelonong masuk ke rumah padahal saya mau keluar, LANCANG sekali dia. Di rumah kan tidak ada siapa2 kecuali saya sendir, alangkah kaget & takutnya saya. Tiba-tiba dia minta uang makan 10 ribu untuk makan. Lahhhh saya bingung, kan ini masih masa percobaan sesuai kesepakatan dia hanya mendapat basic salary dulu. DAMNED!!!!Kedmudian setelah saya sampaikan dia lalu keluar sambil berkata "oooohhh". Ya Rabb, lindungi kami sekeluarga aamiin...
Kemudian saya coba hubungi si papi, ternyata hp si papi ketinggalan. WHATA!!! Saya sangat khawatir & ingin segera menceritakan hal ini ke papi, tapi apaaaaaa....papi belum juga pulang & tak bisa dihubungi. Ya Rabb lindungi papi, aamiin...
Sabtu, 18 Februari 2012
Rujak Gobet (Serut) 4 Bulanan
Wah, sepertinya pagi ini belum jadi bikin spaghetti n bala-bala nya neh karena si papi lagi keburu-buru berangkat meeting. Sedih sih wiken2 gini musti ditinggal kerja ma papi. Akhirnya by his request cuma sempet bikinin mi goreng doank deh.
Oya, title kali ini Rujak Gobet (Serut) 4 Bulanan nih. Karena pas acara 4 bulanan lalu Aku bikin sendiri loh rujaknya, tapi pake nelpon si ibu dulu di jogja buat nanya resep n cara ngolahnya....heheheheh.....Sengaja coba ditulis di sini biar ga kelupaan klo ntar mau bikin lagi, coz kata si papi, ART, n temen2 kantor yang aku bawain maknyusssss banget tuh rujak....bikin pengen lagi....palagi delimanya pake delima spanyol yg bijinya empuk plus manis rasanya. Klo kata temen sih rujaknya 'kemayu', anaknya kayanknya cewek....hehehhehe....apapun ya nak, mami papi sudah Alhamdulillah dipercaya sama Allah dengan menitipkan kalian. Semoga kalian selalu sehat jasmani rohani, lahir bathin sejak dalam kandungan hingga terlahir & menjadi besar serta dewasa nanti ya kids...Aamiin Yaa Rabb...
Langsung aja yah dikasih resep plus cara ngolahnya, takut keburu lupa ntar....Oya please be informed klo ini diresepkan untuk 40 porsi dengan takaran yang ga pelit yah (ukuran 1 gelas plastik pop ice yg sedang.
Bahan-bahan :
Bahan Kuah Rujak 1 :
- 1 1/2 kg Gula Merah
- 1/2 kg Gula Pasir
- 1 gelas Air Putih
- 1 ons Asam Jawa
Bahan Bumbu Halus 2 :
- 1 sdm Garam (sesuai selera)
- 1 sdm Terasi
- 1/2 ons Cabe Rawit
- 5 buah Pisang Keluthuk/Batu (parut dahulu jika ada)
Buah-buahan :
- 5 buah Kedondong (ukuran besar)
- 5 buah Mangga Mengkal Muda (indramayu/pakel)
- 1 buah Pepaya Mengkal (ukuran sedang)
- 1/2 kg Timun Muda (jangan dikupas - sedikit biji)
- 3 buah Jambu Keluthuk/Batu (ukuran besar - buang biji)
- 2 buah Nanas (2 hari lagi matang - cincang)
- 3 buah Bengkuang (ukuran besar)
- 3 buah Delima Spanyol/India (dipipil)
- 1 buah Jeruk Bali (jika tidak ada Delima)
Cara membuat :
1. Rebus dengan api kecil bahan kuah rujak 2 hingga larut semua & mendidih sambil diaduk, kemudian saring dan masukkan kembali ke panci.
2. Haluskan (ulek/blender) bahan bumbu halus 2 kemudian masukkan ke bahan kuah rujak 1.
3. Selanjutnya rebus kembali campuran bahan 1 & 2 hingga mendidih sebentar.
4. Diamkan hingga uap hilang, kemudian masukkan ke dalam lemari es agar segar dingin.
5. sementara membuat bumbu, siapkan semua buah dengan mencuci, mengupas, memarut, mencincang ataupun mem-pipil buah-buahan sesuai teksturnya.
6. Aduk semua buah hingga tercampur rata, kemudian masukkan gula bumbu yang telah didinginkan di lemari es & aduk kembali hingga rata.
7. Masukkan ke dalam gelas plastik dengan takaran 2 sendok sayur beserta kuah yang cukup.
8. Selesai.
Tips :
- Jangan menambahkan air saat mengaduk buah, karena buah-buahnya tsb akan mengeluarkan cairan yang banyak yang akan membantu dalam pencampuran & menyempurankan cita rasa.
Selamat Mencoba !!
Oya, title kali ini Rujak Gobet (Serut) 4 Bulanan nih. Karena pas acara 4 bulanan lalu Aku bikin sendiri loh rujaknya, tapi pake nelpon si ibu dulu di jogja buat nanya resep n cara ngolahnya....heheheheh.....Sengaja coba ditulis di sini biar ga kelupaan klo ntar mau bikin lagi, coz kata si papi, ART, n temen2 kantor yang aku bawain maknyusssss banget tuh rujak....bikin pengen lagi....palagi delimanya pake delima spanyol yg bijinya empuk plus manis rasanya. Klo kata temen sih rujaknya 'kemayu', anaknya kayanknya cewek....hehehhehe....apapun ya nak, mami papi sudah Alhamdulillah dipercaya sama Allah dengan menitipkan kalian. Semoga kalian selalu sehat jasmani rohani, lahir bathin sejak dalam kandungan hingga terlahir & menjadi besar serta dewasa nanti ya kids...Aamiin Yaa Rabb...
Langsung aja yah dikasih resep plus cara ngolahnya, takut keburu lupa ntar....Oya please be informed klo ini diresepkan untuk 40 porsi dengan takaran yang ga pelit yah (ukuran 1 gelas plastik pop ice yg sedang.
Bahan-bahan :
Bahan Kuah Rujak 1 :
- 1 1/2 kg Gula Merah
- 1/2 kg Gula Pasir
- 1 gelas Air Putih
- 1 ons Asam Jawa
Bahan Bumbu Halus 2 :
- 1 sdm Garam (sesuai selera)
- 1 sdm Terasi
- 1/2 ons Cabe Rawit
- 5 buah Pisang Keluthuk/Batu (parut dahulu jika ada)
Buah-buahan :
- 5 buah Kedondong (ukuran besar)
- 5 buah Mangga Mengkal Muda (indramayu/pakel)
- 1 buah Pepaya Mengkal (ukuran sedang)
- 1/2 kg Timun Muda (jangan dikupas - sedikit biji)
- 3 buah Jambu Keluthuk/Batu (ukuran besar - buang biji)
- 2 buah Nanas (2 hari lagi matang - cincang)
- 3 buah Bengkuang (ukuran besar)
- 3 buah Delima Spanyol/India (dipipil)
- 1 buah Jeruk Bali (jika tidak ada Delima)
Cara membuat :
1. Rebus dengan api kecil bahan kuah rujak 2 hingga larut semua & mendidih sambil diaduk, kemudian saring dan masukkan kembali ke panci.
2. Haluskan (ulek/blender) bahan bumbu halus 2 kemudian masukkan ke bahan kuah rujak 1.
3. Selanjutnya rebus kembali campuran bahan 1 & 2 hingga mendidih sebentar.
4. Diamkan hingga uap hilang, kemudian masukkan ke dalam lemari es agar segar dingin.
5. sementara membuat bumbu, siapkan semua buah dengan mencuci, mengupas, memarut, mencincang ataupun mem-pipil buah-buahan sesuai teksturnya.
6. Aduk semua buah hingga tercampur rata, kemudian masukkan gula bumbu yang telah didinginkan di lemari es & aduk kembali hingga rata.
7. Masukkan ke dalam gelas plastik dengan takaran 2 sendok sayur beserta kuah yang cukup.
8. Selesai.
Tips :
- Jangan menambahkan air saat mengaduk buah, karena buah-buahnya tsb akan mengeluarkan cairan yang banyak yang akan membantu dalam pencampuran & menyempurankan cita rasa.
Selamat Mencoba !!
Hikmah & berkah kehamilan pertamaku
Alhamdulillah masih diberikan umur untuk bertemu hari ini. Dari kemarenan ingin coba menambah entri di blog baru ini tapi ko yo bingung harus mulai nulis dari mana.
Syukur yang tiada akhir Saya panjatkan kepada Allah SWT, karena hingga hari ini ternyata kandungan Saya sudah masuk di minggu ke 21...Insya Allah minggu depan memasuki bulan kelima.
Sebenernya kali ini cuma mau cerita gimana akhirnya Saya ikut bergabung dengan ibu-ibu pengajian di cluster tempat Saya tinggal. Alhamdulillah Allah menunjukkan jalan yang terbaik untuk Saya.
Berawal dari rencana pengajian 4 bulanan si calon dede bayi kembar Kami, Saya pun berbicara kepada asisten rumah tangga (ART) Saya untuk membantu saat hari-H yang rencana semula ingin memanggil kelompok pengajian beserta ustadz dari mesjid terdekat. Ternyata diluar dugaan ART Saya malah menginformasikan bahwa di rumah Ibu RT tempat dia bekerja yg lain ternyata setiap malam jum'at sering diadakan pengajian. Akhirnya Saya coba BBM Pak RT deh, dan yaaa...ternyata memang benar ada pengajian rutin setiap malam jumat secara bergilir.
Kemudian Saya & suami memutuskan untuk berkunjung ke rumah Bu RT mencari informasi yang lebih detail sekalin 'sowan' dan sekaligus menentuka hari & tanggal rencana pengajian 4 bulanan si calon dede kembar Kami ini. Kami tentukan tanggal 2 Februari sebagai tanggal yg tepat 2 agar tidak terlalu mepet (ada waktu 2 minggu untuk persiapan) secara Saya masuk dalam kriteria ibu bekerja.
Selanjutnya 1 minggu sebelum hari-H ternyata Kamis malam Bu RT menghubungi Saya untuk ikut serta dalam pengajian kali ini dulu agar bisa diperkenalkan dengan ibu-ibu yang lain. Tanya punya tanya pada Bu RT, ternyata pengajian di cluster Saya ini sudah berlangsung kurang lebih 2 tahun. Saya pun terhenyak....kemana saja Saya selama ini, ko bener-bener ga 'gaul' yah kayaknya :D. Namun Saya tersadar, karena aktifitas bekerja Saya yang pergi pagi pulang sampai di rumah sudah malam, hanya tersisa capek & lelah sehingga yang dipikirkan hanya cukup istirahat untuk bekerja lagi esok hari membuat Saya tidak pernah punya waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan Saya. Agak aneh memang, selama kurang lebih 2,5 tahunan Saya tinggal ternyata Kami cuma mengenal tetangga kanan kiri Kami.
Subhanallah, ternyata InsyaAllah kehamilan Saya yang pertama ini penuh berkah, Aamiin. karena akhirnya Saya bisa mengenal & dikenal (*bisa dianggap ada :D) oleh warga di cluster Kami ini. Semoga Saya tetap bertahan dalam pengajian rutin agar bisa mendapat masukan & tausiyah serta ilmu-ilmu yang bermanfaat dari ustadzah maupun rekan-rekan sesama warga, Aamiin Yaa Rabb.
Ceritanya cukup sekian dulu yah, mau bikinin beef spagheti dulu buat suami neh trus lanjut bikin bala-bala. Semoga bisa terus bercerita di sini.
Wassalam
Syukur yang tiada akhir Saya panjatkan kepada Allah SWT, karena hingga hari ini ternyata kandungan Saya sudah masuk di minggu ke 21...Insya Allah minggu depan memasuki bulan kelima.
Sebenernya kali ini cuma mau cerita gimana akhirnya Saya ikut bergabung dengan ibu-ibu pengajian di cluster tempat Saya tinggal. Alhamdulillah Allah menunjukkan jalan yang terbaik untuk Saya.
Berawal dari rencana pengajian 4 bulanan si calon dede bayi kembar Kami, Saya pun berbicara kepada asisten rumah tangga (ART) Saya untuk membantu saat hari-H yang rencana semula ingin memanggil kelompok pengajian beserta ustadz dari mesjid terdekat. Ternyata diluar dugaan ART Saya malah menginformasikan bahwa di rumah Ibu RT tempat dia bekerja yg lain ternyata setiap malam jum'at sering diadakan pengajian. Akhirnya Saya coba BBM Pak RT deh, dan yaaa...ternyata memang benar ada pengajian rutin setiap malam jumat secara bergilir.
Kemudian Saya & suami memutuskan untuk berkunjung ke rumah Bu RT mencari informasi yang lebih detail sekalin 'sowan' dan sekaligus menentuka hari & tanggal rencana pengajian 4 bulanan si calon dede kembar Kami ini. Kami tentukan tanggal 2 Februari sebagai tanggal yg tepat 2 agar tidak terlalu mepet (ada waktu 2 minggu untuk persiapan) secara Saya masuk dalam kriteria ibu bekerja.
Selanjutnya 1 minggu sebelum hari-H ternyata Kamis malam Bu RT menghubungi Saya untuk ikut serta dalam pengajian kali ini dulu agar bisa diperkenalkan dengan ibu-ibu yang lain. Tanya punya tanya pada Bu RT, ternyata pengajian di cluster Saya ini sudah berlangsung kurang lebih 2 tahun. Saya pun terhenyak....kemana saja Saya selama ini, ko bener-bener ga 'gaul' yah kayaknya :D. Namun Saya tersadar, karena aktifitas bekerja Saya yang pergi pagi pulang sampai di rumah sudah malam, hanya tersisa capek & lelah sehingga yang dipikirkan hanya cukup istirahat untuk bekerja lagi esok hari membuat Saya tidak pernah punya waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan Saya. Agak aneh memang, selama kurang lebih 2,5 tahunan Saya tinggal ternyata Kami cuma mengenal tetangga kanan kiri Kami.
Subhanallah, ternyata InsyaAllah kehamilan Saya yang pertama ini penuh berkah, Aamiin. karena akhirnya Saya bisa mengenal & dikenal (*bisa dianggap ada :D) oleh warga di cluster Kami ini. Semoga Saya tetap bertahan dalam pengajian rutin agar bisa mendapat masukan & tausiyah serta ilmu-ilmu yang bermanfaat dari ustadzah maupun rekan-rekan sesama warga, Aamiin Yaa Rabb.
Ceritanya cukup sekian dulu yah, mau bikinin beef spagheti dulu buat suami neh trus lanjut bikin bala-bala. Semoga bisa terus bercerita di sini.
Wassalam
Senin, 13 Februari 2012
Penantian Berujung Bahagia
Assalamu'alaikum...
Ini pengalaman pertama Saya bikin blog nih. Terinspirasi dengan penantian keluarga kecil Kami selama kurang lebih 4 th atas lahirnya bayi lucu yg bisa mengisi hari-hari Kami dengan segala keceriaan, tangis, haru, dan segala naik turunnya kisah kehidupan baik susah maupun senang yg terasa akan lebih lengkap dengan hadirnya si buah hati. Semoga apapun keadaan yg datang pada keluarga Kami akan bisa Kami lewati dengan penuh cinta & kasih sayang tulus.
Alhamdulillah setelah penantian yg cukup menguras kesabaran, mengucurkan tangis & air mata -*lebay- akhirnya saat ini Saya sedang mengandung si calon dede bayi sekitar diatas 4 bulan. Yang membuat Kami lebih speechless lagi adalah saat USG ketiga sekitar 1,5 bln, dokter menyatakan bahwa ada 2 calon baby di dalam kandungan Saya. Subhanallah walhamdulillah...akhirnya Engkau menjawab doa & kesabaran Kami Ya Rabb...bahkan Engkau memberi lebih.
Sempat terbersit pikiran "mampukah kami menerima kebahagiaan berlimpah yang Kau berikan pada Kami Ya Rabb...". Namun kami lalu saling mengingatkan bahwa jika Allah telah memberi tanggung jawab pada Kami, sedikit ataupun banyak artinya Kami akan mampu melewati & bertanggung jawab sepenuhnya Insya Allah, Aamiin Yaa Rabb.
Syukur yang tiada akhir bahwa hadirnya calon buah hati Kami semakin menumbuhkan rasa cinta, kasih & sayang antara Saya dan suami. Semoga kerukuna dalam rumah tangga Kami ini bisa Kami jaga & Engkau lindungi selamanya Ya Allah, Aamiin. Bahagia sekali mengetahui bahwa suami begitu penuh kasih memperhatikan Kami bertiga, semoga engkau menjaga hati, perasaan, pikirannya & sikapnya Yaa Rabb.
Sekian dulu cerita pembuka blog Saya ini, semoga selanjutnya Saya bisa mempersembahkan cerita yg mungkin bermanfaat ataupun sekedar enak dibaca.
Wassalam...
Ini pengalaman pertama Saya bikin blog nih. Terinspirasi dengan penantian keluarga kecil Kami selama kurang lebih 4 th atas lahirnya bayi lucu yg bisa mengisi hari-hari Kami dengan segala keceriaan, tangis, haru, dan segala naik turunnya kisah kehidupan baik susah maupun senang yg terasa akan lebih lengkap dengan hadirnya si buah hati. Semoga apapun keadaan yg datang pada keluarga Kami akan bisa Kami lewati dengan penuh cinta & kasih sayang tulus.
Alhamdulillah setelah penantian yg cukup menguras kesabaran, mengucurkan tangis & air mata -*lebay- akhirnya saat ini Saya sedang mengandung si calon dede bayi sekitar diatas 4 bulan. Yang membuat Kami lebih speechless lagi adalah saat USG ketiga sekitar 1,5 bln, dokter menyatakan bahwa ada 2 calon baby di dalam kandungan Saya. Subhanallah walhamdulillah...akhirnya Engkau menjawab doa & kesabaran Kami Ya Rabb...bahkan Engkau memberi lebih.
Sempat terbersit pikiran "mampukah kami menerima kebahagiaan berlimpah yang Kau berikan pada Kami Ya Rabb...". Namun kami lalu saling mengingatkan bahwa jika Allah telah memberi tanggung jawab pada Kami, sedikit ataupun banyak artinya Kami akan mampu melewati & bertanggung jawab sepenuhnya Insya Allah, Aamiin Yaa Rabb.
Syukur yang tiada akhir bahwa hadirnya calon buah hati Kami semakin menumbuhkan rasa cinta, kasih & sayang antara Saya dan suami. Semoga kerukuna dalam rumah tangga Kami ini bisa Kami jaga & Engkau lindungi selamanya Ya Allah, Aamiin. Bahagia sekali mengetahui bahwa suami begitu penuh kasih memperhatikan Kami bertiga, semoga engkau menjaga hati, perasaan, pikirannya & sikapnya Yaa Rabb.
Sekian dulu cerita pembuka blog Saya ini, semoga selanjutnya Saya bisa mempersembahkan cerita yg mungkin bermanfaat ataupun sekedar enak dibaca.
Wassalam...
Langganan:
Postingan (Atom)